Selamat Datang Di Website KUA Kecamatan Cilandak Kota Jakarta Selatan

KUA Kec. Cilandak Mengadakan Suscaten Dan Pemeriksaan Kesehatan

Suscaten atau kursus bimbingan untuk para calon penganten adalah salah satu kegiatan untuk memberikan bekal kepada calon pengantin yang akan mengarungi kehidupan berumah tangga agar menjadi keluarga yang Sakinah Mawaddah Warahmah. Pada Hari Rabu (12/07/17 KUA Kecamatan Cilandak Jakarta Selatan mengadakan kursus bimbingan bagi para calon penganten yang diikuti sekitar 15 pasang calon penganten.

Alur Pelayanan Nikah Di KUA Kec. Cilandak

Berikut ini alur pelayanan nikah bagi anda yang akan melangsungkan akad nikah di KUA (Balai Nikah) atau di luar KUA (di Luar Balai Nikah) : 1. Siapkan Foto Copy KTP dan Kartu Keluarga (KK) untuk calon Penganten (caten) masing-masing 4 (satu) lembar. 2. Membuat Surat pernyataan belum pernah menikah (masih gadis/jejaka) di atas segel/materai bernilai Rp.6000,-

KUA Cilandak Mengadakan Pertemuan Dan Kerjasama Dengan Baznas

Salah satu terobosan yang dilakukan yaitu menjalin kerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional atau BAZNAS. Jumat 14 Juli 2017 di KUA Kec. Cilandak diselenggarakan pertemuan dan silaturahmi antara pihak KUA dengan BAZNAS.

Sosialisasi Biaya Nikah Melalui Sinetron Tukang Ojek Pengkolan

Dalam rangka untuk lebih mengenalkan Peraturan Pemerintah tersebut kepada masyarakat, KUA Kecamatan Cilandak melakukan terobosan dan inovasi dengan cara bekerjasama dengan salah satu PH (Production House) melakukan sosialisai tentang biaya Nikah melalui "Sinetron Ojek Pengkolan".

Rayakan Pesona Ramadhan RPK dengan Anak Pemulung

Dalam menyambut bulan suci Ramadhan 1438 H, komunitas Rumah Penyuluhan Kreatif (RPK) mengadakan acara bertema “Pesona Ramadhan.” RPK adalah komunitas yang bergerak di bidang sosial dan pendidikan. Komunitas ini ingin membantu pengajaran mengaji dan belajar untuk anak-anak kaum marginal. Baik yang ada di Lapak Pemulung Pondok Labu dan juga Pemukiman di Margasatwa, Cilandak.

Nikah di KUA GRATIS, di luar KUA membayar Rp 600.000,-, disetorkan langsung ke Bank Menggunakan Kode Billing PNBP NR, Zona Integritas KUA, tolak Gratifikasi dan Korupsi, Laporkan jika terbukti!

15 Jun 2016

Gerakan Anti Narkoba dan Radikalisme, Perlu Peran Penyuluh Agama

Ancaman terhadap bangsa dan negara berupa peredaran narkoba dan radikalisme perlu mendapat perhatian bersama, tidak terkecuali penyuluh agama. Direktur Penerangan Agama Islam (Penais) Ditjen Bimas Islam Muchtar Ali mengatakan bahwa penyuluh agama mempunyai peran strategis dalam memberikan pemahaman dan pengaruh positif bagi masyarakat sekitarnya.

“Penyuluh bisa sebagai komunikator, yakni harus memiliki pengaruh positif dan nyata terhadap persepsi masyarakat dalam pencegahan narkoba,” kata Muchtar Ali saat menjadi narasumber pada Koordinasi Nasional Tim Cyber Anti Narkoba dan Radikalisme Kementerian Agama Tahun 2016 di Jakarta, Rabu (15/06).

“Penyuluh harus memiliki dorongan untuk memberikan konsultasi dan motivasi kepada masyarakat,” tambahnya.

Selain komunikator, konsultan, dan motivator, menurut Muchtar, penyuluh juga harus mampu tampil sebagai fasilitator. Penyuluh harus pro aktif untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat mendapatkan pemahaman yang baik dan benar tentang bahaya narkoba dan radikalisme.

Dalam peran itu, Muchtar memandang pentingnya penguatan kapasitas penyuluh, khususnya dalam merespon perkembangan teknologi dan informasi. Menurutnya, sebagai bagian dari tim cyber, para penyuluh juga dituntut mampu merambah dunia maya. “Saatnya kita menjadikan internet sebagai media dakwah yang merupakan pilihan tepat di era globalisasi,” sambungnya.

Tim Cyber Penting

Dalam rangka memperkaya content informasi yang sehat dan mencerahkan di dunia maya, Kementerian Agama terus menggerakan Tim Cyber Anti narkoba dan radikalisme. Menurut Sesditjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin, saat ini dunia maya dipenuhi dengan broadcast penyebaran paham dan pemikiran radikal. Untuk itu, diperlukan counter naratif agar paham radikal tidak menyebar luas.

“Harus terus diupayakan penyebaran pemahaman yang benar dan positif terkait jihad, khilafah, kafir dan pendapat-pendapat khilafiah,” urai guru besar ilmu hadits itu.

Pembentukan tim cyber Bimas Islam merupakan yang pertama di lingkungan Eselon I Kemenag sebagai tindak lanjut arahan Menag. Amin berharap keberadaan tim ini akan dapat memperkaya narasi positif terkait keberagamaan dan keberislaman di dunia maya.

Rapat Koordinasi Nasional Tim Cyber Bimas Islam Tahun 2016 ini dikuti lebih dari 90 peserta yang terdiri dari Kabid Penerangan Agama Islam Zakat dan Wakaf Kanwil Kemenag se-Indonesia, para penyuluh agama Islam, ASN Kemenag yang ditunjuk sebagai person in charge (PIC), ASN Kementerian Komunikasi dan Informatika, BNPT, BNN, MUI, NU, dan Muhammadiyah. (bap/mkd/mkd) Sumber.

3 Jun 2016

KUA Cilandak Gelar Pemeriksaan AIDS/HIV Calon Pengantin

Membangun keluarga sakinah mawaddah wa rahmah adalah tujuan semua pasangan suami istri dalam membangun rumah tangga. Namun dalam perjalanan mengarungi kehidupan rumah tangga tidak semulus seperti yang diharapkan, karena terkadang muncul permasalahan, baik itu masalah ekonomi, psikologi, kesehatan dan masalah lainnya. Oleh karena itu Kantor Urusan Agama Kecamatan Cilandak senantiasa memberikan penyuluhan langsung kepada para calon penganten  di wilayah Kecamatan Cilandak termasuk di antaranya penyuluhan di bidang kesehatan.

Dalam rangka untuk memberikan pembekalan kepada para calon penganten sekaligus untuk mencegah penyebaran AIDS/HIV, beberapa waktu yang lalu Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Cilandak Bpk. Drs. Khafsin bekerjasama dengan Puskesmas Kecamatan Cilandak yang diwakili oleh Ibu dr. Titin Gusni Salim mengadakan pembekalan sekaligus sosialisasi tentang kesehatan reproduksi, pemeriksaan AIDS/HIV.

 Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Cilandak Bpk. Drs. Khafsin mengatakan bahwa untuk mewujudkan keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah, kesehatan adalah menjadi salah satu faktor penting, sebab aktifitas dalam berumah tangga tidak akan maksimal jika kesehatan salah satu anggota keluarga terganggu.

Sosialisasi

Dalam  rangka untuk mewujudkan itu semua kami selalu mengadakan sosialisasi dan pemeriksaan keluarga AIDS/HIV bagi para calon penganten dan alhamdulillah sampai saat ini, khususnya di wilayah Cilandak tidak ada calon penganten yang mengidap penyakit tersebut.

Lebih lanjut beliau menghimbau kepada mereka yang akan membangun kehidupan rumah tangga agar tetap menjaga diri khususnya kesehatannya. Bahkan para calon penganten juga harus tetap menjaga kesuciannya sampi mereka menjadi halan setelah menikah. Jika itu bisa dilakukan insya Allah rumah tangga akan mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.

2 Jun 2016

Program TV Berkualitas di Bulan Ramadhan

acara televisi ramadhan
Siapa yang tidak tahu tentang televisi, di seluruh penjuru dunia semua orang tahu tentang televisi, dan hampir semua rumah memiliki televisi. Secara umum televisi bahkan telah berhasil menggeser peran radio sebagai berita. Dahulu televisi hanya ada tipe warna hitam putih saja dan ragam siarannya juga agak terbatas. Namun seiring dengan pesatnya perkembangan zaman dan teknologi, saat ini televisi telah muncul dengan berbagai jenis dan pastinya berwarna dan tidak hitam putih lagi seperti dulu.

Pengelola siaran televisi saat ini juga berlomba-lomba membuat program acara yang sangat beragam disajikan dengan olah gambar dan tata suara yang baik sehingga beberapa program siaran sangat menarik pemirsanya. Televisi sebagai sumber informasi, berita dan hiburan bisa memberikan eek positif namun adakalanya beberapa program acara membawa pengaruh buruk untuk pemirsanya terutama pada anak-anak dan remaja.

Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan, maka kita harus jeli untuk memilih mana program acara yang baik dan mana program acara yang tidak baik (khususnya untuk anak-anak dan remaja). Bahkan pihak KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) Pusat telah memberikan himbauan dan meminta kepada semua lembaga penyiaran dan juga rumah produksi agar serius mempersiapkan program acara khusus pada bulan Ramadhan 1437 H. KPI berharap agar acara yang akan ditampilkan untuk mengisi acara di bulan tersebut harus selaras dengan konteks bulan suci Ramadhan. Siaran pada saat bulan Ramadhan selain harus sesuai dengan aturan dalam P3 dan juga SPS KPI, juga harus bermartabat, selaras dengan semangat Ramadhan, dapat memberikan manfaat, tayangan memiliki kesan yang baik, menghibur sekaligus memberikan pendidikan untuk pemirsanya.

Menurut Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Idy Muzayyad berikut ini beberapa program televisi yang pernah mendapatkan penghargaan dari KPI dan MUI karena program tersebut memiliki spirit yang sama dengan kemuliaan bulan Ramadhan. Berikut daftarnya :

Penghargaan Program Siaran Ramadhan 2014
Program Siaran Terbaik

  1. Hafiz Indonesia – RCTI
  2. Para Pencari Tuhan – SCTV
  3. Muslim Travelers – Net TV
  4. Program Siaran Baik
  5. Wisata Ziarah – MNC TV
  6. 1001 Masjid – Global TV
  7. AKSI Junior – Indosiar
  8. Mozaik Ramadhan – Trans TV
  9. Hafidz Dunia – Tran 7
  10. Sukses Syariah – Metro TV
  11. Jelang Bedug– TVRI
  12. Risalah – Kompas TV
  13. Buku Harian Muslimah – RTV
  14. Hijab Stories Spesial Ramadhan - TV One


Program Acara Terbaik Ramadhan 2015:

  1. Kategori Talent Show: Hafidz Indonesia (RCTI)
  2. Kategori Feature/Dokumenter: Muslim Traveler (Net. TV)
  3. Kategori Sinetron: Para Pencari Tuhan Jilid 9 (SCTV)
  4. Kategori Reality Show: Kupenuhi Panggilanmu (RTV)

Apresiasi Program Ramadhan 2015:

  1. Aksi Junior (Talent Show - Indosiar)
  2. Hafizh Quran 2015 (Talent Show - Trans 7)
  3. Di Bawah Lindungan Abah (Sinetron - Trans TV)
  4. Cahaya Hati Ramadhan (Ceramah - ANTV)
  5. Fatwa (Ceramah - TVRI)
  6. Hijab Stories Spesial Ramadhan (Ceramah - TV One)
  7. Ngabuburit Ke Pesantren Bareng Opick (Sketsa - MNC TV)
  8. Inspirasi Hari Ini (Kultum - iNews)
  9. Cerita Hati Ramadhan (Talk Show - Kompas TV)
  10. Tafsir Al Mishbah (Talk Show - Metro TV)
  11. Rindu Suara Adzan (Reality Show - Global TV)


Semoga di bulan suci Ramadhan kita bisa lebih selektif dalam memilih program acara televisi terutama sebagai orang tua, sehingga anak-anak dan kalangan remaja akan mendapatkan informasi dan siaran terbaik yang akan bisa meningkatkan spirit dan nilai-nilai keagamaan.
rprtse.alwi

27 Mei 2016

27 Mei Matahari Tepat di Atas Ka'bah, Momen Tepat Ukur Ulang Arah Kiblat Anda

Jakarta, bimasislam— Sebuah fenomena alam akan terjadi pada hari Jumat, 27 Mei 2016. Menurut perhitungan astronomis, pada pukul 16:18 WIB hari itu akan terjadi fenomena “Istiwa A’zham” atau “Rashdul Kiblat” yaitu saat dimana posisi matahari tepat berada di atas Ka’bah.

Pgs.Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Ditjen Bimas Islam dalam press release-nya mengatakan, momentum tersebut merupakan saat yang tepat untuk memverifikasi arah kiblat di Masjid atau Mushalla, sebab bayangan benda pada saat itu akan mengarah lurus ke Ka’bah.

Sehubungan dengan itu, Amin berpesan kepada umat Islam yang akan memperbaiki arah kiblatnya agar disesuaikan dengan bayang-bayang benda pada saat itu. Amin juga menambahkan terdapat tiga hal yang perlu diperhatikan dalam pengukuran arah kiblat tersebut, yaitu pertama, memastikan benda yang menjadi patokan harus benar-benar tegak lurus, untuk hal ini masyarakat bisa menggunakan bandul sebagai alat bantu.

Kedua, pastikan bahwa permukaan dasar betul-betul datar dan rata, sehingga bayang-bayang benda tidak bergelombang. Terakhir, waktu pengukuran harus disesuaikan dengan BMKG, RRI atau Telkom, agar benar-benar tepat dengan momentum rashdul kiblat.

Untuk diketahui, selain memanfaatkan fenomena Rashdul Kiblat, teknik lain yang dapat digunakan untuk meluruskan arah kiblat adalah dengan menggunakan kompas atau theodolite, hanya saja teknik ini lebih rumit sehingga memerlukan keahlian khusus.
sumber : bimasislam.kemenag.go.id

Press Release Rashdul Kiblat 27 Mei 2016


GERAKAN MENGUKUR QIBLAT DENGAN ROSHDUL QIBLAT

Assalamu'alaikum wr wb.
Insya Allah Roshdul Qiblat terjadi pada hari Jumat, 27 Mei 2016 jam 16:18 WIB. Pada waktu tersebut matahari berada tepat di atas Ka'bah; semua benda yang berdiri tegak (misal tongkat), maka ujung bayangannya hingga ke benda tersebut menunjukkan Arah Qiblat yang sejati. Mari kita gunakan kesempatan ini untuk mengukur arah kiblat masjid, mushola, ponpes, sekolah, kantor, hotel dan rumah.
Apabila arah kiblat yang sudah ada tidak sama, maka sesuaikan garis shof dengan arah kiblat baru. Tidak perlu membongkar bangunannya.

Wassalamu'alaikum wr wb.

PBNU Lembaga Falakiyah,
Ketua,

A. Ghazalie Masroeri)

20 Mei 2016

KUA Kecamatan Cilandak Memperingati Hari Kebangkitan Nasional Ke 108 Tahun 2016

upacara harkitnas 2016
Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke 108 Tahun 2016, pada hari ini Jum'at 20 Mei 2016 jajaran KUA Kecamatan Cilandak yakni para penghulu, penyuluh dan karyawan/ti mengikuti upacara bendera di Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Selatan. Upacara dimulai pukul 07.30 dan selesai pukul 08.00. Alhamdulillah para peserta bisa mengikuti prosesi pelaksanaan upacara secara hidmat dan khusu'. Semoga dengan memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke-108 tahun 2016 ini, kinerja kita semakin baik dan semakin dirasakan manfaatnya bagi masyarakat.

Selain di Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Selatan, Kepala KUA Kec. Cilandak dan beberapa karyawan/ti juga mengikuti upacara bendera rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke 108 Tahun 2016 di halaman Kantor Camat Cilandak.

Hari Kebangkitan Nasional ke 108 Tahun 2016 kali ini mengusung tema “Mengukir Makna Kebangkitan Nasional dengan Mewuiudkan Indonesia yang Bekeria Nyata, Mandiri dan Berkarakter”

logo harkitnas 2016

SAMBUTAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMTIKA RI PADA UPACARA BENDERA MEMPERINGATI HARI KEBANGKITAN NASIONAL KE-108 TAHUN 2016


Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh
Selamat pagi dan salam sejahtera
Saudari-saudara peserta upacara yang saya hormati,
Saudari-saudara sebangsa dan se-Tanah Air dimanapun berada,
Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat Rahmat dan Pertolongan-Nya maka pada pagi hari ini, Jum’at 20 Mei 2016, kita dapat mengikuti upacara bendera memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke-108, dalam keadaan sehat wal afiat. Teriring doa kepada segenap warga bangsa dimanapun berada yang sedang mengikuti upacara ini, semoga senantiasa dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa.
Salah satu inspirasi yang bisa kita serap dari berdirinya Boedi Oetomo sebagai sebuah organisasi modern pada tahun 1908, adalah munculnya sumber daya manusia Indonesia yang terdidik, memiliki jiwa nasionalisme kebangsaan, dan memiliki cita-cita mulia untuk melepaskan diri dari penjajahan. Dengan tampilnya sumber daya manusia yang unggul inilah semangat kebangkitan nasional dimulai.
Perjuangan Boedi 0etomo yang dipimpin oleh Dokter Wahidin
Soedirohoesodo dan Dokter Soetomo tersebut kemudian dilanjutkan oleh
kaum muda pada tahun 7928 yangkemudian melahirkan Soempah Pemoeda.
Dan melalui perjuangan yang tak kenal lelah akhirnya kita dapat
memproklamirkan kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945.
Saudara-saudara sebangsa dan se-Tanah Air,
Sejak diproklamirkannya kemerdekaan, kita bangsa Indonesia telah
berjanji dan berketetapan hati bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia
(NKRII ini adalah harga mati yang tidak dapat ditawar-tawar lagi dalam
kondisi dan keadaan apapun.
NKRI adalah negara demokrasi berlandaskan ideologi Pancasila, yang
menjunjung tinggi nilai-nai agama dan adat istiadat yang hidup di tengah
masyarakat. Wilayah NKRI terbentang iuas dari Sabang hingga Merauke,
terdiri dari 17.508 pulau, dihuni oleh penduduk sebesar 254,9 juta jiwa
dengan 1.331 suku bangsa, 746bahasa daerah, dengan garis pantai sepanjang
99.093 km persegi. Menjadi kewajiban seluruh komponen bangsa Indonesia
secara konsisten untuk menjaga, melindungi dan memelihara tegaknya NKRI
dari gangguan apapun, baik dari dalam maupun dari luar dengan cara
menerapkan prinsip dan nilai-nilai nasionalime dalam kehidupan sehari-hari.
Komitmen terhadap NKRI ini penting saya tegaskan kembali pada
upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-108 ini mengingat setelah
sekian lama berdiri sebagai bangsa, ancaman dan tantangan akan keutuhan
NKRI tidak selangkah pun surut. Bahkan melalui kemajuan teknologi digital,
ancaman radikalisme dan terorisme, misalnya, mendapatkan medium baru
untuk penyebaran paham dan praktiknya.
Selain itu, kita juga menghadapi permasalahan ketahanan bangsa secara
kultural. Munculnya kekerasan dan pornografi, misalnya, terutama yang
terjadi pada generasi yang masih sangat belia, adalah satu dari beberapa
permasalahan kultural utama bangsa ini yang akhir-akhir ini mengemuka dan
memprihatinkan. Lagi-iagi, medium baru teknoiogi digital berperan penting
dalam penyebaran informasi, baik posisif maupun negatif, secara cepat dan
massif.
Ketika berbicara tentang lanskap dunia dalam konteks teknologi digital
tersebut, kita juga menghadapi problem kaburnya batas-batas fisik antara
domestik dan internasional. Potensi pergaulan dan kerja sama saling
menguntungkan akibat relasi dengan dunia internasional tumbuh makin
intens, tetapi juga sekaligus makin rentan terhadap penyusupan ancaman
terhadap keutuhan NKRI dari luar wilayah negeri ini.
Saudara-saudara sebangsa dan se-Tanah Air,
Tantangan-tantangan baru yang muncul di depan kita tersebut memiliki
dua dimensi terpenting, yaitu kecepatan dan cakupan. Tentu kita tidak ingin
kedodoran dalam menjaga NKRI akibat terlambat mengantisipasi kecepatan
dan meluasnya anasir-anasir ancaman karena tak tahu bagaimana mengambil
bersikap dalam konteks dunia yang sedang berubah ini.
Oleh sebab itu saya memandang penting tema “Mengukir Makna
Kebangkitan Nasional dengan Mewuiudkan Indonesia yang Bekeria
Nyata, Mandiri dan Berkarakter” yang diangkat untuk peringatan Hari
Kebangkitan Nasional tahun 2016 ini. Dengan tema ini kita ingin
menunjukkan bahwa tantangan apapun yang kita hadapi saat ini harus kita
jawab dengan memfokuskan diri pada kerja nyata secara mandiri dan
berkara kter.
Saya berpendapat bahwa ada penekanan pada dimensi internasional
dalam tema tersebut. Kerja nyata kita, kemandirian kita, dan karakter kita
semua terpusat pada pemahaman bahwa saat ini kita dihadapkan dalam
kompetisi global. Persaingan bukan lagi muncul dari tetangga-tetangga di
sekitar lingkungan kita saja, sebaliknya justru inilah saat paling tepat bagi kita
untuk bahu-membahu bersama sesama anak bangsa untuk memenangkan
persaingan-persaingan pada aras global, karena lawan tanding kita semakin
hari semakin muncul dari seantero penjuru dunia. Sebagai satu kesatuan, mau
tak mau kita harus bangkit untuk menjadi bangsa yang kompetitif dalam
persaingan pada tingkat global tersebut.
Pada aspek-aspek kerja nyata, kemandirian, dan karakter kitalah
terletak kunci untuk memenangkannya.
Kini bukan saatnya lagi mengedepankan hal-hal sekadar pengembangan
wacana yang sifatnya seremonial dan tidak produktif. Kini saatnya bekerja
nyata dan mandiri dengan cara-cara baru penuh inisiatil bukan hanya
mempertahankan dan membenarkan cara-cara lama sebagaimana yang telah
dipraktikkan selama ini. Hanya karena telah menjadi kebiasaan sehari-hari,
bukan berarti sesuatu telah benar dan bermanfaat. Kita harus membiasakan
yang benar dan bukan sekadar membenarkan yang biasa.
Untuk saudara-saudaraku yang diberi amanat Allah untuk
mengemudikan jalannya bahtera pemerintahan, saya mengajak untuk
menyelenggarakan proses-proses secara lebih efisien. Mari pangkas segala
proses yang pelayanan yang berbelit-belit dan berkepanjangan tanpa alasan
yang jelas. Mari bangun proses-proses yang lebih transparan. Mari berikan
layanan tepat waktu sesuai jangka waktu yang telah dijanjikan.
Proklamator dan presiden pertama RI, Ir Soekarno, pernah menekankan
tentang pentingnya membangun karakter bangsa. Menurut Beliau
“membangun suatu negara, membangun ekonomi, membangun teknik,
membangun pertahanan, adalah pertama-tama dan pada tahap utamanya,
membangun jiwa bangsa. Tentu saja keahlian adalah perlu, tetapi keahlian
saja tanpa dliandaskan pada jiwa yang besar, tidak akan dapat mungkin
mencapai tujuannya”.
Demikian juga tentang pentingnya kerja nyata kita, Bung Karno
berpesan bahwa “Amal semua buat kepentingan semua. Keringat semua buat
kebahagiaan semua. Holopis kuntul baris buat kepentingan semua.”
Semoga peringatan Hari Kebangkitan Nasional ini juga memperbarui
semangat Trisakti: berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan
berkepribadian dalam kebudayaan. Jika kita konsisten, saya yakin jalan
kemandirian ini Insya Allah akan membawa bangsa ini mengalami kebangkitan yang selanjutnya, yaitu menjadi bangsa yang lebih jaya dan kompetitif dalam kancah Internasional.
Saudara-saudara sebangsa dan se-tanah air,
Demikian beberapa hal yang dapat saya sampaikan. Semoga dalam memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke-108 tahun 2016 ini, kinerja kita semakin baik dan semakin dirasakan manfaatnya bagi masyarakat. Teriring salam, doa penuh harapan kiranya kita semua senantiasa diberikan kemampuan untuk mempertahankan NKRI ini sampa kapanpun, demi kejayaan bangsa Indonesia. Selamat Hari Kebangkitan Nasional ke-108. Indonesia tetap Jaya!
Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh
Jakarta, 20 Mei 2016


MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA


RUDIYANTARA

reprts/alw.