- Rapat Koordinasi bulanan dengan Kecamatan, Polsek, Koramil, Kelurahan, Puskesmas, BKKBN dan lembaga-lembaga terkait lainnya.
- Mengadakan silaturahmi mingguan dengan unsur Muspika dan Ulama serta Tokoh Masyarakat melalui kegiatan Sholat Subuh gabungan di Masjid-masjid yang ada di wilayah Kecamatan Cilandak.
- Selalu perperan aktif dalam acara kegiatan TNI Manunggal KB Kesehatan.
- Bekerjasama dengan Penyuluh Agama Islam dalam rangka menjalin koordinasi dan kerja sama dengan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB).
- Selalu aktif mengikuti acara tarawih keliling bersama Camat, Lurah dan pejabat terkait lainnya dan selalu berperan aktif menjadi pencaramah.
- Selalu bekerja sama dengan Puskesmas, BKKBN dan PKK dalam acara Pembinaan Suscatin, Imunisasi dan deteksi dini HIV AIDS.
- Bekerjasama dengan BAZNAS Pusat dalam pemberdayaan ummat dengan menggulirkan program Z-Mart.
- Bekerjasama dengan Dukcapil dalam rangka sinkronisasi data-data kependudukan (validasi NIK) dalam Aplikasi SIMKAH.
- Sosialisasi biaya nikah dengan Production House melalui Sinetron Tukang Ojek Pengkolan.
- Bekerjasama dengan Para Penyuluh Agama, RPK (Rumah Penyuluh Kreatif) dan volunteer (mahasiswa) dalam rangka pemberdayaan ummat khususnya para pemulung, dengan cara memberikan pelatihan keterampilan membuat barang-barang kerajinan alat-alat rumah tangga seperti sapu, keset, sendal dll.
- Bekerjasama dengan Para Penyuluh Agama, RPK (Rumah Penyuluh Kreatif) dan volunteer (mahasiswa) dalam rangka pemberdayaan ummat khususnya para pemulung, dengan cara membuat dan merenovasi "madrasah" bagi anak-anak para pemulung.
- Menjalin kerjasama dengan RS Pusat Fatmawati untuk memberikan bimbingan dan konseling kepada para pasien.
- Selalu berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasioanl (BPN) dan BWI dalam mempercepat proses sertifikasi tanah wakaf.
- Menjalin kerjasama dengan beberapa sekolahan untuk sosialisasi UUP No.1 Tahun 1974.
- Menjalin kerjasama dengan para Penyuluh Agama, para Donatur dalam program santunan anak yatim (anak asuh) sebanyak 25 orang setiap bulannya.
- Selalu mensosialisasikan Gerakan Gemar Maghrib Mengaji di lingkungan wilayah Kec. Cilandak
- Dan masih banyak yang lainnya.
21 Jul 2017
Program Kegiatan Lintas Sektoral KUA Kec. Cilandak
Untuk memaksimalkan dan mensinergikan program kerja yang telah disusun, KUA juga menjalin kerja sama dengan beberapa instansi terkait. Kerjasama lintas sektoral yang telah dibangun selama ini alhamdulillah bisa berjalan dengan sangat baik. Beberapa kerjasama lintas sektoral yang telah dibangun selama ini dan bisa berjalan dengan sangat baik beberapa di antaranya adalah :
19 Jul 2017
Wajah Baru “Madrasah” Pemulung Pondok Labu Hasil Binaan Rumah Penyuluhan Kreatif (RPK) Kec. Cilandak
![]() |
| Penampakan tempat belajar bagi anak para pemulung binaan komunitas Rumah Penyuluh Kreatif KUA CIlandak. (foto: inmasdki) |
Poster-poster bergambar huruf hijaiyah, huruf abjad serta deretan angka, tampak menghiasi dinding bagian dalam. Ruangan ini makin meriah dengan hiasan-hiasan dinding dari kertas warna-warni. Pemandangan ini, biasa kita temui di ruang-ruang kelas madrasah.
Ya, ruangan ini memang “madrasah”. Ini wajah baru “madrasah” pemulung Pondok Labu, Jakarta Selatan. Tapi, madrasah ini tetap berbeda dengan madrasah formal yang ada. Tanpa meja dan kursi layaknya ruang kelas, di bilik ini warga kampung pemulung mulai merasakan arti pendidikan.
Adalah Komunitas Rumah Penyuluhan Kreatif (RPK) yang pertama kali memulai ikhtiar mengenalkan pentingnya arti pendidikan bagi warga kampung ini. Di bilik ini, para penyuluh agama fungsional yang tergabung dalam RPK melaksanakan program mingguannya.
Anak-anak usia sekolah yang biasanya memulung, kini mereka belajar mengaji dan berhitung. Ibu-ibu yang semula mengisi hari-hari hanya untuk berburu barang bekas demi menyambung hidup, kini mulai belajar mengenal Sang Maha Pemberi Kehidupan.
![]() |
| (Penampakan tempat belajar para pemulung sebelum direnovasi/foto: inmasdki) |
Beberapa bulan lalu, bilik ini masih berlantai tanah, berdinding kardus-kardus bekas, dengan atap yang sangat pendek. Terbayang suasana ruang belajar yang panas dan pengap. Jelas, ini gambaran tempat belajar yang jauh dari kata layak.
Namun, hal itu tak menghalangi para penyuluh agama fungsional yang berada di wilayah binaan Kantor Urusan Agama (KUA) Cilandak ini untuk memulai berjihad. Kesadaran bahwa tiap warga negara berhak memperoleh pendidikan, serta panggilan jiwa sebagai penyuluh agama fungsional, mendorong Dzurrotun Ghola, Ferry, Izza dan Ridwan untuk memulai program-program pendidikan bagi warga kampung ini.
Usaha tanpa lelah serta niat ikhlas melayani membuat mereka terus bertahan, melaksanakan tugas pembinaan. Perlahan, usaha tersebut pun mulai berbuah hasil.
Warga kampung pemulung yang semula “alergi” untuk belajar, kini malah bersyukur dengan kehadiran para penyuluh. "Alhamdulillah ada ibu yang dateng ngajarin baca. Jadi anak-anak gak buta huruf," tutur Ruhyati, beberapa pekan lalu.
“Jangan sampai mereka nasibnya gini-gini aja,” sambung perempuan asal Cilacap yang memiliki 4 orang anak ini sambil menyeka matanya yang mendadak sembab.
Beberapa pihak pun kini turut tergerak. Putri dan Reni misalnya, dua mahasiswa yang sekarang aktif membantu program-program RPK. Bersama beberapa temannya sesama mahasiswa, mereka berdua ikut mengajar anak-anak di sana. Kepedulian terhadap pentingnya pendidikan bagi kaum marginal, membuat mereka antusias untuk membantu.
“Ingin bisa bermanfaat dengan ikut mengajar adik-adik di sini,” tutur Putri ketika ditemui usai mengajar.
Bantuan juga mulai diberikan para donator sehingga komunitas ini dapat merenovasi ruang belajar. “Ada dana yang terkumpul dari beberapa donatur Mba. Alhamdulillah cukup untuk renovasi ruang belajar ini,” kata Ghola.
![]() |
| (Bahan bangunan yang akan digunakan renovasi tempat belajar bagi anak pemulung hasil dari donasi/foto: inmasdki) |
Renovasi yang baru dilakukan, menurut Ghola memakan biaya kurang lebih Rp.8 juta, dan itu diperoleh dari donatur. Donasi yang diberikan bukan hanya berupa uang, tetapi juga tenaga. Sebagian warga berkenan menjadi tukang dan dibayar di bawah harga pasaran. Pekerjaan semakin ringan karena antusiasme anak-anak dalam ikut memberikan bantuan.
“Anak-anak seneng banget Mba, ruang belajar mereka nyaman sekarang,” cerita Ghola. Kegiatan majelis taklim untuk ibu-ibu pun lebih nyaman dilaksanakan di ruang belajar baru itu.
Pancaran semangat dan bahagia yang tampak dari wajah warga kampung pemulung ini, merupakan salah satu harapan dari RPK. Keberadaan ruang belajar baru ini, diharapkan dapat menambah motivasi warga untuk terus belajar dan mengaji. Para penyuluh di RPK sendiri berkomitmen untuk terus mengembangkan program bagi kelompok yang dapat dikategorikan sebagai komunitas rentan di Ibukota ini.
![]() |
| (Para pekerja dibantu anak-anak bergotong royong melakukan renovasi tempat belajar bagi anak pemulung/foto: inmasdki) |
Beberapa program pengembangan dan pemberdayaan ekonomi bagi warga pun akan mulai dikerjakan RPK. “Mereka harus mandiri, berdikari. Ini kewajiban kami untuk memperhatikan mereka,” tegas Ghola.
Untuk itu, RPK pun akan tetap menjalin kerjasama dengan beberapa pihak, seperti kelompok mahasiswa volunteer, donatur dan pihak lain yang dapat mendukung progam-program tersebut.
Kepala Kanwil Kemenag DKI Jakarta DR. H. Abdurrahman mengapresiasi terobosan RPK dalam membina warga kampong pemulung. Menurutnya, banyak penyuluh agama di DKI Jakarta yang telah bekerja keras. Selain di komunitas-komunitas kaum marginal, mereka juga melakukan tugas pembinaan di lembaga pemasyarakatan, rumah sakit, dan tempat lainnya.
“Saya yakin ke depan akan makin banyak penyuluh agama yang turun ke semua lapisan masyarakat,” ujarnya. (Indah Limy) Sumber Berita : https://kemenag.go.id/berita/read/504947/wajah-baru----madrasah----pemulung-pondok-labu
15 Jul 2017
KUA Cilandak Mengadakan Pertemuan Dan Kerjasama Dengan Baznas
Inovasi bagus dilakukan oleh Kepala KUA Kec. Cilandak Bpk. Drs. Khafsin untuk kemajuan dan pemberdayaan ummat. Salah satu terobosan yang dilakukan yaitu menjalin kerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional atau BAZNAS. Jumat 14 Juli 2017 di KUA Kec. Cilandak diselenggarakan pertemuan dan silaturahmi antara pihak KUA dengan BAZNAS.
Dari pihak KUA Kec. Cilandak dihadiri oleh Kepala KUA Kec. Cilandak Bpk. Drs. Khafsin, Koordinator Penyuluh Ibu Hj. Saidah Hanum, M.A dan para penyuluh fungsional di antaranya Ibu Dzurrotun Ghola, M.Si, Ibu Izza Faizah, S.Sos I, penyuluh non PNS yang selalu setia menjadi mitra kerja penyuluh fungsional dalam membina umat diwakili oleh Ibu Romlah, S.Pdi dan ibu Retno S.Pdi. Sedangkan dari team BAZNAS dihadiri oleh Direktur Badan Amil Zakat Nasional Bpk Dr. H. Arifin Purwakananta, Direktur Koordinasi Pendistribusian, Pendayagunaan,Renbang Bpk Mohd.Nasir Tajang M.Ag, Kasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yakni Bpk Faisal M.A. Ikut hadir dalam pertemuan tersebut, Kabid Pemberdayaan Umat Kemenko PMK Ibu Nur Fajriyah S. Kom dan Bpk. Hendri S. Kom.
Dalam sambutannya Kepala KUA Kec. Cilandak Bpk. Drs. Khafsin mengatakan bahwa penyuluh agama adalah ujung tombak dari Kementerian Agama yang bersentuhan langsung dengan masyarakat harus memiliki kreatifitas & inovasi untuk kemajuan umat, di antaranya selain mengajarkan ilmu agama kepada masyarakat para penyuluh ini juga harus memiliki kreatifitas membuat prakarya-prakarya untuk meningkatkan ekonomi umat. Dan yang selama ini sudah berjalan di antaranya pelatihan-pelatihan membuat keset, sandal flanel, tas pandan yang di hias dengan tissu Jepang dll.
Nah pada kesempatan ini Drs. Khafsin juga memohon bantuan kepada BAZNAS untuk bisa membantu dipermodalan dalam upaya meningkatkan ekonomi umat yang merupakan rangkaian dari Program Unggulan Pemberdayaan Umat Penyuluh KUA Kec. Cilandak.
Sambutan berikutnya adalah perwakilan dari pihak BAZNAS yakni Bpk DR. H. Arifin beliau adalah Direktur Badan Amil Zakat Nasional. Dalam sambutannya belau mengatakan bahwa BAZNAS adalah lembaga non struktural. Zakat dioptimalkan untuk kesejahteraan, pemberantasan kemiskinan, mengurangi kesenjangan antara si kaya & si miskin. Anggaran Baznas Tahun 2017 sebesar 6 trilyun ada peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya artinya kesadaran dan kepercayaan tinggi untuk berzakat melalui Baznas di negara Indonesia ini mengalami peningkatan yang luar biasa sehingga harus bisa menjaga amanah dan kepercayaan dari masyarakat.
Oleh karenanya sangat tepat jika KUA Kec. Cilandak yang memiliki para penyuluh yang kreatif & inovatif yang bersentuhan langsung dengan masyarakat sebagai ujung tombak dari Kemenag untuk di jadikan pilot project Z-Mart salah satu dari program penyaluran anggaran zakat dari BAZNAS di wilayah DKI Jakarta. Dengan demikian kerja sama dengan KUA Kec. Cilandak ini merupakan salah satu usaha agar tepat sasaran dalam penyaluran anggaran zakat dari Baznas kepada para mustahiq zakat.
Semoga kerja sama yang terjalin & awal silaturrahim ini bisa berjalan baik dan lancar. Aamin
Dari pihak KUA Kec. Cilandak dihadiri oleh Kepala KUA Kec. Cilandak Bpk. Drs. Khafsin, Koordinator Penyuluh Ibu Hj. Saidah Hanum, M.A dan para penyuluh fungsional di antaranya Ibu Dzurrotun Ghola, M.Si, Ibu Izza Faizah, S.Sos I, penyuluh non PNS yang selalu setia menjadi mitra kerja penyuluh fungsional dalam membina umat diwakili oleh Ibu Romlah, S.Pdi dan ibu Retno S.Pdi. Sedangkan dari team BAZNAS dihadiri oleh Direktur Badan Amil Zakat Nasional Bpk Dr. H. Arifin Purwakananta, Direktur Koordinasi Pendistribusian, Pendayagunaan,Renbang Bpk Mohd.Nasir Tajang M.Ag, Kasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yakni Bpk Faisal M.A. Ikut hadir dalam pertemuan tersebut, Kabid Pemberdayaan Umat Kemenko PMK Ibu Nur Fajriyah S. Kom dan Bpk. Hendri S. Kom.
Dalam sambutannya Kepala KUA Kec. Cilandak Bpk. Drs. Khafsin mengatakan bahwa penyuluh agama adalah ujung tombak dari Kementerian Agama yang bersentuhan langsung dengan masyarakat harus memiliki kreatifitas & inovasi untuk kemajuan umat, di antaranya selain mengajarkan ilmu agama kepada masyarakat para penyuluh ini juga harus memiliki kreatifitas membuat prakarya-prakarya untuk meningkatkan ekonomi umat. Dan yang selama ini sudah berjalan di antaranya pelatihan-pelatihan membuat keset, sandal flanel, tas pandan yang di hias dengan tissu Jepang dll.
Nah pada kesempatan ini Drs. Khafsin juga memohon bantuan kepada BAZNAS untuk bisa membantu dipermodalan dalam upaya meningkatkan ekonomi umat yang merupakan rangkaian dari Program Unggulan Pemberdayaan Umat Penyuluh KUA Kec. Cilandak.
Sambutan berikutnya adalah perwakilan dari pihak BAZNAS yakni Bpk DR. H. Arifin beliau adalah Direktur Badan Amil Zakat Nasional. Dalam sambutannya belau mengatakan bahwa BAZNAS adalah lembaga non struktural. Zakat dioptimalkan untuk kesejahteraan, pemberantasan kemiskinan, mengurangi kesenjangan antara si kaya & si miskin. Anggaran Baznas Tahun 2017 sebesar 6 trilyun ada peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya artinya kesadaran dan kepercayaan tinggi untuk berzakat melalui Baznas di negara Indonesia ini mengalami peningkatan yang luar biasa sehingga harus bisa menjaga amanah dan kepercayaan dari masyarakat.
Direktur Pengumpulan Zakat , Arifin Purwa K menyambut baik dengan kreatifitas yang dilakukan KUA Kec. Cilandak. Menurut Arifin selama ini KUA hanya dikenal masyarakat sebagai tempat pernikahan dan pembinaan pengajian agama, tapi ternyata KUA Kec. Cilandak bisa memperlihatkan kepada masyarakat dalam bidang penguatan ekonomi umat melalui pembinaan prakarya seperti membuat Tas, Keset, Sandal hias, bros dan lainnya yang dipelopori Penyuluh Agama Dzurotun Ghola, Msi.
Direktur Pendiistribusian, Nasir Tajang berjanji dalam waktu dekat akan diberi pendampingan pelatihan dan pendampingan modal usaha. Baznas sudah melihat secara langsung hasil karyanya.
Oleh karenanya sangat tepat jika KUA Kec. Cilandak yang memiliki para penyuluh yang kreatif & inovatif yang bersentuhan langsung dengan masyarakat sebagai ujung tombak dari Kemenag untuk di jadikan pilot project Z-Mart salah satu dari program penyaluran anggaran zakat dari BAZNAS di wilayah DKI Jakarta. Dengan demikian kerja sama dengan KUA Kec. Cilandak ini merupakan salah satu usaha agar tepat sasaran dalam penyaluran anggaran zakat dari Baznas kepada para mustahiq zakat.
Pertemuan yang diadakan di Aula KUA Kecamatan Cilandak tersebut juga disepakati nantinya di KUA Kec. Cilandak akan dibentuk UPZ (Unit Pengumpul Zakat) BAZNAS Tingkat KUA.
13 Jul 2017
Sosialisasi Biaya Nikah Melalui Sinetron Tukang Ojek Pengkolan
Di dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19/2015 tentang PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) dikatakan bahwa biaya nikah di luar kantor KUA/di balai nikah pada hari libur adalah sebesar Rp.600.000, sedang pernikahan yang dilaksanakan di kantor/ balai nikah pada hari kerja dan jam kerja adalah GRATIS.
Dalam rangka untuk lebih mengenalkan Peraturan Pemerintah tersebut kepada masyarakat, KUA Kecamatan Cilandak melakukan terobosan dan inovasi dengan cara bekerjasama dengan salah satu PH (Production House) melakukan sosialisai tentang biaya Nikah melalui "Sinetron Ojek Pengkolan". Di dalam satu tayangan sinetron yang cukup digemari masyarakat tersebut, Kepala KUA Cilandak Drs Khafsin menjelaskan bahwa biaya nikah di luar kantor KUA/di balai nikah pada hari libur sebesar Rp.600.000, sedang pernikahan yang dilaksanakan di kantor/ balai nikah pada hari kerja dan jam kerja adalah GRATIS.
Adapun untuk pembayaran biaya nikah tersebut dengan menggunakan nomor billing dan calon penganten langsung membayar ke bank dengan menunjukan nomor billing tersebut. Setelah membayar ke bank bukti setornya dikembalikan ke kua beserta berkas kekurangan lainya. Drs. Khafsin yakin dengan penjelasan tentang biaya nikah melalui sinetron ini dapat diketahui oleh masyarakt luas.
12 Jul 2017
KUA Kec. Cilandak Mengadakan Suscatn & Pemeriksaan Kesehatan Bagi Catin dan Pegawai KUA
Para peserta Kursus Calon Pengantin (Suscatin), Rabu (12/07/17) mendapatkan penyuluhan tentang kesehatan reproduksi dari Tim PUSKESMAS, dr. Rathia Ayuningtyas. Dalam penyuluhan tersebut, para peserta memperoleh kesempatan pemeriksaan fisik : tinggi badan, berat badan, tekanan darah dan lingkar perut serta pemeriksaan darah : hemoglobin, golongan darah, gula darah, HIV, sifilis dan hepatitis B. Khusus catin wanita, diberikan suntik imunisasi tetanus.
Dengan pembekalan pra nikah melalui suscatin, diharapkan para catin memiliki pengetahuan tentang hakikat pernikahan, membangun kebersamaan dalam keluarga dan memahami pentingnya kesehatan. Disamping itu pemberian materi tentang keluarga sakinah oleh Kepala KUA Kecamatan Cilandak, Drs. Khfsin. Adapun pemeriksaan diikuti oleh 33 pasang catin serta 20 ASN KUA Kec.Cilandak. (aj)
![]() |
| Kepala KUA Kec. Cilandak, Drs, Khafsin memberikan materi ttg keluarga sakinah |
![]() |
| Tim Puskesmas, dr. Rathia Ayunigtyas menyampaikan penyuluhan ttg kesehatan |
![]() |
| Peserta catin sebanyak 33 pasang |
![]() |
| Catin sedang mengisi form |
![]() |
| Tim Puskesmas sedang menanyakan riwayat penyakit kepada catin |
![]() |
| Form pemeriksaan dan kesehatan pra nikah |
![]() |
| Pemeriksaan fisik seperti : tinggi badan, berat badan, tekanan darah dan lingkar perut |
![]() |
| Pemeriksaan darah seperti : hemoglobin, gol. darah, gula darah, HIV, sifilis dan hepatitis B |












































